Seringkali komunikasi antara pria dan wanita terjadi terbalik, pria memperlakukan wanita seperti pria dan wanita memperlakukan pria seperti wanita. salah kaprah ini bukan hanya terjadi dalam pernikahan, tapi juga banyak terjadi dalam berbagai aspek kehidupan sehari-hari.
Contoh sederhana yang biasa terjadi dalam rapat baik dikantor maupun pelayanan; wanita cenderung tidak memberi kesempatan bagi pria untuk berpikir dan menganalisa permasalahan. Wanita cenderung mau cepat selesai, apa keputusannya, jalan keluarnya bagaimana, dan sebagainya. ini disebabkan karena otak wanita Multi-task (Bisa memikirkan banyak hal pada saat bersamaan). sementara pria membutuhkan lebih banyak waktu untuk memproses semua informasi yang masuk, karena otak mereka lebih single task. perbedaan ini sebenarnya dapat menciptakan kesempatan untuk saling melengkapi, bekerja sama dan mengisi satu sama lain. Tetapi yang banyak terjadi biasanya berujung konflik dan pandangan negatif terhadap satu sama lain. Tidak mudah bagi pria untuk memimpin wanita. rasul paulus juga mengalami hal itu saat harus menasihati (Implore-NKJV) Eoudia dan Sinthike (Filipi 4:2) yang saat itu sedang berbeda pendapat. Paulus bahkan minta pertolongan Sunsugos untuk mendamaikan mereka supaya mereka sehati sepikir.
Wanita bisa sepikir, tapi belum tentu sehati. Tapi pria begiru sepikir, mereka tidak lagi pusing dengan perasaan. Disinilah kesempatan kemitraan antara pria dan wanita dapat terjadi. bagaimana respon kita? Bersikap dan berbicaralah sebagai seorang wanita, jangan terlalu cepat menanggapi atau bicara yang tak perlu. itulah sesungguhnya peran kita menolong pria maksimal dalam perannya sabagai pemimpin. (aa)
Comments