Bahagia Versus Sukacita

Ada perbedaan antara bahagia dan sukacita. Banyak wanita berkata "saya sangat bahagia", tetapi itu tidak selalu benar jika kebahagiannya masih bergantung pada emosi, keinginan atau kehendak. sukacita tidak bergantung pada hal-hal yang tidak kita sukai atau harapkan,  contohnya : Ketika kita lulus sekolah SMA dan kemudian kita kuliah, atau saat kita mendapat pekerjaan baru kita merasa sangat bahagia, namun belum tentu saat menjalani hari-hari sebagai seorang karyawan, mahasiswa, adakalanya kita malas dan jenuh karena konflik dengan rekan sekerja, atau karena banyak tugas, konflik dengan teman kampus atau sebagainya. tetapi Tuhan menginginkan kita tetap bersukacita karena dimanapun kita berada dan ditempatkan tujuannya untuk memuliakan-Nya, Ia menghendaki kita bersukacita dalam segala keadaan ( I Tesalonika 5 16:18)


SUKACITA ADALAH KEPUTUSAN atau sesuatu yang terjadi karena menaati Firman Tuhan, sekalipun itu mengancam kebahagian dan tidak sesuai dengan keinginan atau pengaharapan kita. Wanita yang belajar mengikuti  kehendak Tuhan, sekalipun tidak mendatangkan kebahagian pribadi, ia sedang belajar menjadi wanita bijak. bila kita terbiasa  mengikuti kehendak Tuhan, Ia akan memberikan kasih karunia  pada kita untuk menikmatinya, kita akan hidup berbahagia. itulah sukacita sejati yang datang dari Tuhan, yang memampukan kita menghadapi ujian kehidupan sehari-hari.

Sukacita akan dialami pada saati kita intim dengan Tuhan dalam Firman, doa dan ucapan syukur :)



KEBENARAN MEMERDEKAKAN SETIAP WANITA


Comments

Popular posts from this blog