Lucky
Beruntungnya
menjadi seorang perempuan
Beruntungnya perempuan disebut
cengeng,” karena kami tidak
perlu “memotong umur” akibat menimbun beban hidup berlebih dan merasa gengsi
untuk mengeluarkannya”.
Beruntungnya perempuan dikatakan “lebih
menggunakan perasaan dari pada logika”, “karena dengan begitu kami bisa
membuktikan bahwa perasaan tidak kalah dengan logika”.
Beruntungnya perempuan dikodratkan
untuk melahirkan, “karena dengan
kodrat itulah di telapak kaki seorang
perempuan ada sorga, sorga ditelapak kaki ibu”
Beruntungnya ada masalah kesetaraan
gender, “ karena kami diijinkan
untuk memperlihatkan perjuangan dan kekuatan kami untuk meyetarakan gender kami”
Beruntungnya perempuan disebut
perhitungan, “karena itu artinya
kami lebih cermat dan lebih logis dalam mengambil setiap langkah”.
Beruntungnya perempuan dikenalkan,
disandingkan, bahkan dibandingkan dengan laki-laki, “karena
kami mendapat kesempatan untuk panjang umur, lebih berperasaan, mendapat
perlindungan, menyimpan dan meluapkan segudang kegigihan, belajar menjadi lebih
kuat, dan beroleh hidup cermat.
Ah,
satu lagi keberuntungan perempuan
mengenal laki-laki. Beruntungnya perempuan dikatakan ‘lebih menggunakan
perasaan daripada logika” karena dengan
begitu kami dapat memperlihatkan betapa kuatnya kami yang tidak terjangkau
logika… ketika kami hamil dan melahirkan.
Nah,
laki-laki, beruntungnya
kau karena Tuhan mengambil tulang rusukmu dn menjadikannya seorang perempuan
untuk mendampingimu, karena dengan begitu kau tidak akan pernah sendiri dan
mendapat kesempatan untuk belajar dari seorang perempuan yang beruntung seperti
kami.
By.
Ferasuliyanto
Comments