SINGLE & GLAD, WHATEVER

Saya tidak merasa menikah lebih baik dari melajang atau sebaliknya. saya percaya bahwa yang terbaik adalah tetap berada dalam kehendak Tuhan. Hidup melajang seperti halnya pernikahan, merupakan rencana agung Allah. saya ada dalam rencana-Nya dan saya tidak malu menjadi lajang. Sebagai seorang lajang saya ditempa untuk menjadi lebih gesit dan memiliki lebih banyak waktu untuk Tuhan.

Saya berpikir bahwa ketika lajang, hidup saya berguna bagi orang lain, dengan meluangkan waktu lebih banyak untuk melayani orang disekitar, membantu, walaupun hal kecil, tetapi hal itu bisa jadi satu keuntungan terbesar dari pengalaman-pengalaman ini adalah saya belajar bergantung sepenuhnya pada Tuhan.


bagaimana saya dapat berkata bahwa saya seorang lajang dan saya bahagia?? saya belajar menghadapi kehidupan lajang dengan menerima kenyataan bahwa saya telah dipilih untuk melajang, saya tidak pernah berkata pada Tuhan ingin melajang dalam sisa hidup saya, tapi saya ingat ketika saya mulai berkata "Tuhan, saya bersedia hidup melajang pada hari ini dan mempercayai Engkau esok hari" Dikutip dari "jika aku harus melajang"-julia duin, hal 20

Saya teringat satu statement dari seorang wanita yang memberikan inspirasi bagi masa lajang  saya : "Enjoy your singleness in God and you will not regret at all". Hidup sebagai seorang wanita lajang adalah suatu kehormatan, sama halnya dengan menjadi seorang istri dan ibu rumah tangga. persoalannya adalah apakah hidup kita dipuaskan dan memuaskan Tuhan pada masanya?? Hiduplah hari ini dengan berfokus pada Tuhan maka Anda akan dipuaskan seutuhnya !!



Comments

Popular posts from this blog